Walaupun setiap semua orang mengenal  bahwa lambang Negara adalah burung Garuda, namun sebagian belum mengetahui bahwa buru...

Lambang Negara dalam keadaan bahaya!!!!

07.43 Unknown 0 Comments


                Walaupun setiap semua orang mengenal  bahwa lambang Negara adalah burung Garuda, namun sebagian belum mengetahui bahwa burung elang jawa adalah burung yang diyakini merupakan burung garuda. Elang jawa, dahulu bernama latin Spizaetus bartelsi dan namanya diperbaiki menjadi Nisaetus bartelsi, merupakan burung endemik yang saat ini berada  dalam kategori langka/terancam punah/ EN (Endangered).
                Di alamnya, burung ini menempati hutan primer, dengan membangun sarangnya di puncak pohon tingggi dan sulit dijangkau. Ini penting untuk keamanan anak-anaknya. Perburuan besar-besaran karena harganya mahal membuat populasi elang jawa menyusut dengan sangat cepat. Apalagi, banyak predator lain yang sangat menyukai anak burung elang ini sebagai santapan. Yang paling penting, burung ini berbiak dengan sangat lambat, dengan jumlah telur yang sedikit. Hal inilah yang sangat mempengaruhi menyusutnya populasi.
                Salah satu yang harus diketahui, kepedulian kita dalam bentuk konservasi, masih kalah dengan Negara lain. Lihat saja nasib badak, panda dan gajah di Negara lain. Mereka memperlakukan hewan langka dengan penuh semangat dan dana besar. Para pencuri dan pembunuh binatang tersebut, diganjar dengan hukuman berat.  Lain ladang-lain belalang, Indonesia nampaknya kurang maksimal dalam hal memberikan suaka bagi burung ini. dana yang dikucurkan juga tidak gencar. Saat ini, malah para penggiat alam swadaya yang sangat proaktif bertindak menjaga kelestarian elang jawa.  Sebuah kisah, saat sebuah sarang elang di ketahui keberadaannya di suatu Taman Nasional, beberapa komunitas rela menunggui dan menjaga berbulan-bulan agar aman. Suatu bentuk kepedulian yang patut ditiru.
                Beberapa penelitian dari berbagai pihak saat ini, menunjukkan bahwa populasi elang jawa terus menipis tiap tahun. Angka yang disebut berbeda-beda, tergantung dari peneliti yang bersangkutan. Beberapa menyebutkan tinggal ratusan. Yang lain malah menyebut tinggal puluhan ekor saja.  Ini tentu sangat menyedihkan.
                Beberapa tahun lagi, mungkin elang jawa akan menjadi sejarah. Anak cucu kita hanya bisa menyaksikan lambang Negara dalam bentuk gambar, tanpa tahu wujud aslinya. Menyedihkan bukan? Untuk itu sebaiknya mulai sekarang kita turut membantu pihak-pihak yang secara serius melestarikan keberadaaan elang jawa ini. Salam wildlife!!!!!!

0 komentar: