mendidik pemuda indonesia melalui alam
Alam adalah suatu anugerah Tuhan YME yang sangat berarti bagi umat manusia. Karena alam memberikan segalanya bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Tanpa disadari oleh umat manusia, ternyata alam memberikan kita pelajaran dan pengalaman berharga yang tak akan pernah kita dapatkan dimanapun di muka bumi ini.
Indonesia yang mempunyai letak geografis di daerah khatulistiwa yang beriklim tropis, terlebih lagi posisi Indonesia yang dikelilingi oleh cincin api (ring of fire), menjadikan alam Indonesia subur dan kaya akan sumber daya alam. Memang ini semua tak lepas dari peran Tuhan yang menciptakan alam ini.
Saat ini hampir mayoritas 65% penduduk Indonesia merupakan usia produktif antara umur 15-50 tahun. Dengan besarnya jumlah penduduk dengan usia produktif di Indonesia, merupakan sebuah aset berharga yang harus di bina dan di manfaatkan dengan baik. Karena selama ini, potensi terbesar yang dimiliki pemuda adalah idealisme.
Jika ditinjau, selama ini banyak pemuda Indonesia yang gemar melakukan kegiatan outdoor yang bersentuhan langsung dengan alam. Ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran dan pengarahan kegiatan menjadi sesuatu hal yang positif.
Lantas, kenapa saat ini masih banyak kasus yang terjadi dimana melibatkan pemuda yang mencerminkan sisi negatifnya ketimbang sisi positifnya? Ada beberapa hal yang sekiranya menyebabkan pemuda melampiaskan pada hal-hal negatif :
1. Tidak adanya tempat untuk menyalurkan idealisme
Idealisme jika di ibaratkan, bagaikan cerminan diri pemuda dengan sejuta gagasan-gagasan di pikirannya. Seharusnya, di ciptakan banyak wadah yang dapat menampung aspirasi dari jutaan gagasan-gagasan pemuda. Sebagaimana yang di ungkapkan Bapak Proklamator kita, Bung Karno “Beri aku seribu orang tua akan ku cabut semeru dari akarnya. Dan beri aku seorang pemuda, maka akan ku goncang dunia.”, tampak sekali bahwa pemuda sangat berpengaruh dalam kemajuan bangsa.
2. Arus globalisasi yang terlampau kencang
Kencangnya arus globalisasi yang menerpa Indonesia tanpa adanya filter, menyebabkan pengaruh negatif banyak dan mudah masuk ke Indonesia. Tanpa adanya benteng keimanan pemuda, maka pemuda akan lebih mudah terbawa arus negatif dari barat. Disinilah letak peran serta orang tua dan lingkungan masyarakat dalam membentengi pemuda Indonesia.
3. Teknologi yang semakin maju
Semakin maju perkembangan teknologi tak serta merta membawa arus positif, tetapi juga membawa arus dan dampak negatif. Karena, dengan mudahnya arus informasi dapat masuk kapanpun dan dimanapun. Sehingga menjadi sulit untuk di kontrol. Walalupun beberapa tahun belakangan pemerintah gencar memerangi arus informasi yang dapat membawa dampak negatif, tetapi tidak serta merta dapat menuntaskan permasalahan tersebut.
Ada beberapa solusi yang dapat di gunakan untuk menjadikan pemuda Indoensia lebih bermanfaat, salah satunya adalah dengan mendidik pemuda Indonesia melalui alam. Ada beberapa keuntungan yang bisa di dapatkan :
1. Kepemimpinan (Leadership)
Di dalam berkegiatan di alam bebas, akan selalu berupa sebuah tim. Baik terdiri dari beberapa orang atau pun hanya sendiri. Jika dalam sebuah tim yang beranggota kan beberapa orang, maka akan di tunjuk salah seorangnya sebagai tim leader (pemimpin) yang memimpin anggota-anggota yang lainnya, karena nasib anggota ditentukan dan ditanggung jawabkan kepada pemimpinnya. Begitu juga jika dalam sebuah tim yang hanya beranggotakan diri sendiri, tetap akan ditunjuk pemimpin (tim leader), meski kapasitasnya tak terlalu besar seperti jika memimpin orang banyak, memimpin diri sendiri pun juga memilik resiko yang sangat besar. Mengingat besarnya resiko dan tantangan yang dihadapi di alam bebas, dalam menjadi pemimpin tak boleh sembarangan memimpin. Mengingat nyawa seseorang yang menjadi taruhannya. sehingga dengan berkegiatan di alam bebas, dapat menciptakan pemuda yang memiliki sifat kepemimpinan yang tangguh.
2. Dapat mengambil keputusan secara cepat dan akurat
Alam tak pernah berkompromi dengan siapa pun. Jika kita telah terjun ke alam, hanya satu hukum yang tercipta, yakni “Hukum Rimba”. Siapa yang kuat, dia yang memenangkan pertarungan agar dapat bertahan hidup. Dalam saat atau kondisi genting, penggiat alam bebas di tuntut untuk mengambil keputusan secara cepat dan akurat. Karena jika salah mengambil keputusan, atau terlambat dalam mengambil keputusan, kematian adalah harga yang pantas diterima
3. Menciptakan mentalitas yang tangguh
Faktor ini adalah salah satu faktor yang sangat mempunyai peran besar. Di dalam keganasan alam, mentalitas tangguh adalah suatu kebutuhan mendasar dalam mengarungi rintangan bagi seorang penggiat alam. Mengingat di alam bebas hanya berlaku “Hukum Rimba”, ketangguhan harus mutlak dimiliki. Ketangguhan mentalitas, memberi peran hampir 70% kepada seorang penggiat alam. Tanpa adanya mentalitas yang kuat. Harapan, angan-angan, dan cita-cita tak akan terwujud.
Dengan cara mendidik pemuda Indonesia melalui alam, dapat membantu terwujudnya pemuda Indonesia yang kompetitif di segala bidang. Selama ini telah banyak organisasi yang menyediakan naungan bagi pemuda agar dapat menyalurkan minat, bakat, dan idealisme melalui pendidikan alam. Namun, selama ini banyak pula sisi negatif yang di sandangkan kepada pemuda yang gemar berpetualang.
Sejatinya, pemuda yang gemar berpetualang, mempunyai kelebihan yang banyak dari segala segi dibandingkan pemuda yang hanya menghabiskan waktu pada hal-hal yang tak berguna. Mengingat pendidikan yang telah ditempa dirinya, sehingga menciptakan dirinya sebagai sosok yang kompetitif di segala bidang, sosok yang kuat dan tangguh.
Diharapkan kedepannya, akan semakin banyak pemuda Indonesia yang berkecimpung di alam bebas. Agar dapat merasakan pendidikan yang di berikan alam. Sehingga dapat menciptakan Sumber Daya Manusia(SDM) Indonesia yang kompetitif, dapat bersaing, dan berkualitas. Sehingga apa yang telah diciptakan pemuda-pemuda pendahulu yang mempunyai cita-cita dan gagasan-gagasan untuk bangsa ini, dapat kita teruskan perjuangannya.


0 komentar: