Beraktifitas di alam terbuka memerlukan pengetahuan yang matang untuk bekal Anda sendiri agar benar – benar bisa menikmati ...

Orientasi Medan, Sembakonya Para Petualang

07.13 Unknown 0 Comments


                Beraktifitas di alam terbuka memerlukan pengetahuan yang matang untuk bekal Anda sendiri agar benar – benar bisa menikmati semuanya dengan sempurna. Baik itu zoologi, botani navigasi, panaksiran iklim/cuaca, survival, mountainering sampai teknik rescue.
                Semuanya bisa Anda pepajari, karena guru itu bertebaran dimana – mana. Dan guru yang paling gampang ditemui adalah buku selain epmgalama dan jam terbang Anda sendiri dalam berpetualang tentunya. Seiring dengan seringnya Anda melakukan sebuah petualangan maka semakin hari kemampuan tentang teknik hidup dialam terbukapun semakin bertambah. Dan Hal yang paling penting daris sebuah petualangan adala orientasi medan.
                Cara ini adalah cara yang paling tepat untuk memperkirakan segala sesuatunya tentang rencana atau rute dari petualangan itu sendiri. Orientasi medan bisa dengan memperkirakan iklim/cuaca, bisa dengan memperthitungkan posisi sebenarnya di lapangan dan di dalam peta, bisa dengan menyortir peralatan dan perbekalan apa saja yang memang sekiranya pantas untuk dibawa atau jam/hari kapankah yang tepat untuk memulai semuanya. Hal itu di atur dengan benar-benar matang.
                Orientasi medan itu sendiri sering dilakukan para pendaki apabila hendak melakukan pendakian yang sifatnya exspedisi. Sebuah exspedisi memang diperlukan persiapan yang matang dalam segalnya, hal ini disebabkan karena sebauah ekspedisi di bentuk biasanya mengusung satu emban yaitu membawa panji sebuah lembaga, organisasi bahkan panji negara sekalipun. Sebuah petualangan exspedisi memang dipersiapkan demi pencitraan setelah petualangan itu sendiri dilaksanakan dan sudah menjadi standarisasi internasional bahwa exspedisi sifatnya momentum.
                Dengan kata laian Jika tim pendaki Indonesia hendak melakukan exspedisi pendakian gunung Himalaya contohnya, mereka di tempa dengan berbagai latihan serta orientasi-orientasi yang lainnya. Dan apabila ternyata dalam exspedisi itu tim pendaki Indonesia tidak bisa meneruskan perjalanan pendakiannya dikarenakan suatu kecelakaan atau kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Maka tim itu boleh menyewa porter bayaran untuk meneruskan pendakian hingga mencapai puncak dan menancapkan bendera merah putih diatasnya sehingga dunia tahu bahwa atas nama para pendaki Indonesia sudah bisa mencapai puncak himalaya dalam sebuah exsedisi pendakian.
                Kira-kira seeprti itulah, kematangan fisik dan mental menjadi modal utama untuk melakukan sebuah petualangan disamping orientasi medan itu sendiri.

0 komentar: